Budidaya Lele

Print E-mail
Written by Administrator    Sunday, 15 March 2009 23:13
UNTUK INFORMASI DAFTAR HARGA IKAN, SILAHKAN KLIK MENU DEJEE'S PRODUCT

BUDIDAYA IKAN LELE


A.    Pendahuluan

    Bukan hanya budidayanya yang mudah dan tidak banyak membutuhkan kadar oksigen tinggi, lele juga sangat banyak digemari karena murah dan lezat, begitu banyak ragam orang membuat macam-macam olahan lele seperti lele asap, pecel lele, kerupuk kulit lele, abon lele dan banyak lagi jenis olahan yang bahan bakunya dari lele.
    Jenis ikan lele masuk ke Indonesia pada tahun 1984/1985, mayoritas masyarakat Indonesia sangat antusias untuk budidaya jenis ikan ini, disamping karena pertumbuhannya yang cepat juga tidak terlalu sulit untuk di budidaya.

 

CIri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                        Gambar ciri indukan ikan lele jantan dan betina

 

 

B.    Teknik Budidaya
1.    Pembenihan
    Dalam pembenihan lele terbagi ke dalam 3 teknik pemijahan diantaranya:

    * Teknik pemijahan secara alami
    * Teknik pemijahan secara buatan
    * Teknik pemijahan semi alami

a.    Teknik Pemijahan alami

    Dalam teknik pemijahan ini induk betina yang telurnya sudah terlihat matang yang ditandai dengan perut buncit, biasanya lele betina mempunyai berat diatas 1kg lebih dan berusia diatas 1 tahun. Sedangkan untuk jantan biasanya menggunakan minimal yang setara berat dan besarnya dengan betina, malah lebih bagus lagi kalau jantan lebih besar sedikit dari betina. Untuk perbandingan pemijahan 1:1 ( Jantan 1 betina 1) dalam satu media pemijahan.
Media yang kita sediakan:


    * Bak beton atau bak terpal yang berukuran 1x2x1 m atau disesuaikan dengan lahan yang ada
    * Disediakan kakaban Injuk/serutan tali rapia

    Masukan induk jantan dan betina kedalam bak yang telah terisi air dengan ketingian 20-25cm, biasanya waktu pemijahan pada malam hari. Setelah kakaban terisi penuh dengan telur, angkat indukan atau angkat kakaban ke bak penetesan. Biasanya telur menetes setelah 12 jam.

b.    Teknik Pemijahan Semi alami
    Untuk pemijahan semi alami hanya sedikit perbedaan yang harus diperhatikan, yaitu dalam hal pemberian rangsangan dengan penyuntikan obat perangsang ovaprim pada betina dengan dosis 0,2 ml/kg bobot tubuh ikan atau hipofisa ikan lele, juga penyuntikan setengah dosis pada jantan. Adapun mengenai persiapan bak dan kakaban sama persis dengan pemijahan alami.


c.    Teknik Pemijahan buatan
    Pemijahan secara buatan dilakukan cara stripping dengan terlebih dahulu diberi suntik perangsang menggunakan ovaprim atau hipofisa. Setelah 11-12 jam ikan lele siap dikeluarkan telurnya, setelah itu kita siapkan larutan sperma jantan yang dicampur dengan larutan NaCI 0,9%. Urut perut betina sampai telur keluar dari perut betina habis, lalu aduk telur dengan cairan sperma yang telah dicampur dengan NaCI. setelah diaduk rata kemudian cuci dengan air bersih dan tebar telur di media aquarium atau hapa penetesan. 

2.    Pendederan
    Pada fase ini pembudidaya bisa menggunakan kolam tanah, bak terpal, bak beton ataupun aquarium.
Pendederan menggunakan media kolam haruslah didahului dengan adanya persiapan kolam yaitu kolam harus melalui pemupukan dan pengapuran dengan dosis untuk pupuk kandang 250gram/M2 dan kapur 50sd100gram / M2. Dengan ketinggian air 30-35cm.kolam yang telah melalui pemupukan dan pengapuran diendapkan selama 4-7hari dan larva siap ditebar. Sedangkan untuk media yang menggunakan bak Terfal ataupun bak beton untuk persiapan kolam haruslah menggunakan pupuk probiotik atau pupuk buatan dengan menggunakan ragi dan dedek.


3.    Pembesaran

    Dalam budidaya lele pembesaran biasa ukuran lele masa tebar adalah kisaran 7-8cm dengan lama pemanenan 40-45 hari dengan standar ukuran panen 12-15 cm melalui proses seleksi ukuran. Setelah panen ukuran 12-15 cm maka budidaya dilanjutkan dengan pembesaran kedua pembesaran dengan masa panen 25-30 hari dengan ukuran masa panen 1kg isi 7-10 ekor per kilo gram. Pada masa tebar calon pembesaran untuk padat tebar benih 150-200 ekor/M2.


4.    Program Pemberian Pakan

    Untuk pemberian pakan pada lele tidak jauh beda dengan pemberian pakan pada ikan ikan lain yaitu untuk penggunaan pelet haruslah disesuaikan dengan usia dan besaran mulut lele itu sendiri. Sebagai contoh Bila lele berukuran dengan panjang 7-8 cm maka pakan yang diberikan haruslah pelet butiran apung berukuran 3mm. Kita sebagi pembudidaya haruslah pandai mencari atau membuat pakan alternative yang nan tinya bisa membantu terhadap penekanan pembiayan pakan,salah satu pakan alternative yang bisa didapat diantaranya: Bangkai ayam, telur ayam yang tidak jadi netas, ikan asin BS atau tidak terpakai, belatung kotoran ayam, sosis BS, roti BS, sisa makanan dari restoran dan lain-lain.

 

5.    Pengelolaan Kesehatan.
    Kesehatan ikan lele sangatlah menentukan terhadap keberhasilan budidaya, untuk itu kita sebagai pembudidaya haruslah tekun mengamati respon makan dan gerakan ikan bila terjadi ada kelainan haruslah tanggap dengan solusi penggobatan yang tepat seperti contoh bila lele terkena whitespot upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan penebaran garam atau menaikan suhu air dengan cara menghindarkan kolm dari  air yang masuk atau dengan penambahan pupuk kandang supaya plangton yang tumbuh bisa membantu terhadap kenaikan suhu. Jenis penyakit lain yang biasa terjadi pada lele diantaranya Trichodina sp ditandai kumis kriting pada lele pengendaliannya dengan Metheline Blue+Nacl atau garam 500-1000 ppm Untuk lebih tepatnya bila kita melakukan budidaya pencegahan penyakitlah yang paling efektif dan efisien dibanding kita mengobati sepertihalnya penggunaan pemberian vitamin C yang telah tercampur dengan pelet atau penggunaan bawang putih yang juga telah tercampur dengan pelet.

 

Deny Rusmawan - DeJee Fish - Ketua APPG Sukabumi

Last Updated on Saturday, 19 March 2011 11:13
 
Joomla template by ByJoomla.com